Surabaya (narasijatim.com) – Musim kemarau ada di depan mata. Sebanyak lima kabupaten di Jawa Timur telah menetapkan status siaga kekeringan hingga beberapa bulan ke depan.
Data dari BPBD Jatim, lima kabupaten yang sudah menetapkan status siaga kekeringan, yakni Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Lamongan, dan Lumajang.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto melalui Kabid Kedaruratan & Logistik (KL) BPBD Jatim, Satriyo Nurseno membenarkan bahwa lima kabupaten tersebut telah mengeluarkan SK Kedaruratan Kekeringan. Pihaknya telah melakukan pendataan titik mana saja yang masuk kategori kering ekstrem dan akan segera melakukan distribusi atau dropping air bersih.
“Sejauh ini kami telah mendistribusikan air bersih ke Bondowoso tepatnya di Kecamatan Botolinggo, Desa Kleken. Kami mengirimkan 10.000 liter air bersih, dan di sana ada sekitar 140 KK terdampak,” kata Satriyo Nurseno, Rabu (13/5/2026).
Dia menyebut musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi lebih kering dibanding tahun 2025. Diperkirakan akan ada 916 desa yang tersebar di 29 kabupaten terancam kekeringan.
“Kami terus mengimbau warga untuk aktif melaporkan titik kekeringan ke BPBD setempat. Kami akan tindaklanjuti untuk menyalurkan air bersih, karena diprediksi musim kemarau 2026 ini lebih kering dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Pada tahun 2025, Satriyo mengungkapkan desa yang terdampak kekeringan sebanyak 129 yang tersebar di 12 kabupaten. Selain itu, ada 44,3 hektare lahan terbakar sepanjang tahun 2025 dan tiga hutan terbakar. (Red)

Leave a Reply